Aku punya seorang teman, Nanda namanya. Usianya sih empat tahun lebih muda dia dariku. Makanya dia kayak adikku sendiri. Kita kenal karena pernah dalam satu atap kerja. Dibandingin dengan teman cewekku yang lain, Nanda ini orangnya netral. Dia nggak suka ngegosip ala ibu-ibu. Dan yang pasti dia nggak matre kayak kebanyakan cewek sekarang. Oke, itu sekilas tentang Nanda.
Yang mau aku ceritain itu tentang arti pertemananku dengan Nanda. Oleh sebab PHK, banyak sekali perubahan yang terjadi diwaktu singkat ini. Aku yang masih belajar buka usaha sendiri. Dan teman-teman yang sebagian udah bekerja dan sebagian lagi masih belum. Termasuk Nanda ini. Disaat aku lagi suntuk-suntuknya nih, ya Nanda yang dapat aku hubungi. Sebenernya ada satu lagi teman yang baik, Nico namanya. Tapi berhubung aku sekarang lagi bahas si Nanda, Nico I'm sorry.
Oke, kembali lagi ke topik.
Misalnya saja yang barusan terjadi. Hari Minggu 13 April 2014, waktu itu aku lagi bad mood banget. Aku nggak ngerti harus ngapain. Aku ambil motor lalu tancap gas. Keliling-keliling akhirnya kok berada di daerah Magersari. Kawasan tempat kerjaku sebelumnya. Aku parkirkan motor di taman.
"Nan, kamu lagi dimana? Aku lagi di Taman Magersari nih, suntuk banget." kataku dalam SMS begitu inget Nanda. Tak kusangka dia langsung balas SMS-ku. Dan yang lebih nyenengin lagi, dia berada di Hutan Kota deket dengan lokasiku saat itu.
"Aku lagi di Hutan Kota nih, Bang. Ayo ke Om Eng, Bang." ajaknya pada SMS.
Akhirnya saat itu juga kita ketemuan di warung makan Om Eng, warung langgananku dan teman-teman semua Ex.EXODUS. Biar makin rame, aku SMS juga Ocin alias Nico. Kita bertiga ngobrol kesana-kemari. Rasa suntukku sirna setelah ketemu mereka berdua.
Kesimpulannya, aku sangat membutuhkan teman dalam menapaki hidup ini. Aku merasa takkan berguna tanpa seorang teman. Dan hari ini, Rabu 16 April 2014, Alhamdulillah si Nanda keterima kerja di suatu perusahaan di kota Sidoarjo. Aku ikut senang mendengarnya. Meskipun sebagian dalam diriku merasa kehilangan. Ya, kehilangan seorang teman yang selalu hadir disaat aku butuh. Aku berharap Nanda dapat menemukan kehidupan yang jauh leih baik dari sebelumnya. Dan aku sangat berharap dia takkan pernah melupakanku, yang telah dia anggap sebagai Abangnya sendiri.
Selamat berjuang adikku, Nanda :)
Bang Budi selalu mendoakanmu yang terbaik
0 comments:
Post a Comment