Kali ini aku mau bahas tentang hal yang begitu dalam. Beraaat.. banget pokoknya :)
Yak, tentang pertemanan, persahabata, dan persaudaraan. Aku orangnya sedikit lebay. Selalu pakai hati dalam segala hal. Aku punya beberapa teman yang begitu lekat. Mungkin karena keseharian kita selalu bersama. Dan aku merasa hanya mereka teman, juga saudaraku. Entah pada akhirnya hanya aku yang menganggap demikian. Tidak dengan mereka.
Dalam satu kantor, aku memiliki sebelas orang teman. Aku sebutin satu persatu yak :p
Mulai dari Andi, Fajar, Nita, Nindi, Nico, Ismail, Chaca, Devi, Nanda, Roni, Gagas, Wawan, Dani...
Emm,, 1 2 3 4 ... kayaknya lebih dari sebelas deh :D pokoknya cukup banyak, tapi yang sudah aku sebutin itu yang begitu dekat denganku.
Dalam perusahaan itu ada tiga orang termasuk aku yang merupakan sesepuh. Yaitu Andi dan Fajar. Kita bertiga mengawali berdirinya perusahaan hingga menyaksikan berakhirnya produktifitas perusahaan itu. Alasannya adalah bangkrut. Tapi... Ah! Sudahlah! Aku gak ingin bahas sebab tutupnya perusahaan. Yang aku ingin bahas adalah hubungan persaudaraan ini.
Sejak ditutupnya perusahaan, kita semua tentu saja terpisah karena diharuskan mencari kehidupan sendiri-sendiri. Aku yang memilih untuk membuka usaha sendiri. Andi yang bekerja 3 hari dalam seminggu disebuah agen Tour and Travel. Lalu Fajar yang fokus pada kuliahnya yang kini masuk semester ke-5. Roni, dia aktif mencari kerja dan sudah dua kali ini ganti tempat kerja. Setidaknya semangatnya bisa dibanggakan. Lantas si Devi yang kabarnya tidak lagi diijinkan oleh kedua orangtuanya untuk bekerja. Mungkin sebentar lagi dia akan dipinang oleh sang kekasih yang bekerja di negeri sakura. Sungguh beruntung dia. Lanjut, Ismail... denger-denger sih ada yang kasih modal sehingga dia nyaman tanpa kabar. Nico, dia sama sepertiku sebenarnya, buka usaha sendiri. Walaupun masih ragu. Sebenernya clientnya banyak, dianya aja kurang PD. Dan Nita sama Nanda... Mereka masih berusaha mencari penghidupan. Oh iya ketinggalan :p Chaca. Sekarang Chaca jadi karyawannya Bpk Ketut Sukena, MSi
Memang benar aku membuka usaha sendiri. Usaha desain dan setting kecil-kecilan. Dipanggil kesana... dipanggil kesitu... biasa, orderan desain freelance. Rasanya capek kalo tiap hari harus keliling kayak gini. Tapi ya mau gimana lagi?
Yang teresa begitu membosankan yaitu karena sendiri. Tiada teman disini. Yang ada hanya bertemu client dan client. Dulu aku sering bercanda dengan Nita, Nindi, Devi, Nanda, Roni, Gagas. Sekarang aku bagaikan sendiri di bumi yang ramai ini. Ini yang membuatku bosan setengah mati.
Aku pernah bermimpi membangun perusahaan sendiri yang serupa dengan perusahaan lama. Yaitu sebuah percetakan digital printing. Dan aku ingin teman-temanku yang bergabung dalam satu tim kerja yang solid. Sungguh aku memimpikan itu. Tapi mungkin itu hanya akan menjadi impian semata.
Makanya, aku sering SMS mereka semua ngajak ketemuan, kumpul bareng gitu. Karena aku rindu akan kebersamaan itu. Tapi lagi-lagi hanya sebatas impian. Tidak semuanya bisa berkumpul lagi seperti dulu. Aku tahu mereka mempunyai kehidupan sendiri-sendiri. Dan aku mencoba memahaminya.
Seperti pada status FB barusan https://www.facebook.com/ramabudhiono/posts/308748959278026?notif_t=like
Bukan aku tak bisa melupakan masa lalu. Hanya saja masa lalu adalah dimana aku dan kamu berjuang bersama. Dan masa sekarang maupun masa depan merupakan buah kerja keras kita di masa lalu. Maka dari itu aku takkan pernah melupakanmu. Karena ada cerita antara kita di masa lalu sampai akhir hayat nanti.
Aku merindukan kalian semua teman..
Aku merindukan kalian semua sahabat...
Aku merindukan kalian semua saudaraku...
#Andi, #Fajar, #Nita, #Nindi, #Chaca, #Nanda, #Devi, #Roni, #Nico, #Ismail, #Gagas

0 comments:
Post a Comment